Saturday, November 27, 2010

NBF siap akhirnya



Kalau tidak kerana ini cinta saya..memang saya dah muntah darah nak
mengedit manuskrip ni 

Salam

Alhamdulillah..seperti yang saya telah uar-uarkan di dalam fb, tepat jam 2029, 25112010 tempoh hari, saya akhirnya berjaya menoktahkan NATURAL BORN FIGHTER  - NBF. Syukur akhirnya setelah 4 bulan 5 hari dan selepas melanggar MOU yang sepatutnya siap pada 20 oktober, manuskrip saya siap juga. Fuh! lega yang tidak boleh dicakap dengan perkataan. Ini juga merupakan manuskrip yang paling pantas dihasilkan saya. Pantas ikut style saya ya...Ya saya tahu ada penulis yang mampu menulis sebuah novel dalam masa 2-3 bulan sahaja. Tak apalah..saya buat ikut kemampuan.
Ramai yang sudah bertanyakan kepada saya bila akan keluarnya NBF ini...hahha...sukar saya nak menjawabnya sebab NBF ini belum lagi diserahkan ke tangan editor. Cadangnya minggu depan baru akan diserahkan. Buat masa ini, saya akan edit mana yang patut dulu..Ya...cara saya kalau boleh jangan terlalu menyusahkan editor walaupun itu memang salah satu rangkupan tugasnya. Saya percaya kerja yang 'kemas' dan kurang kesalahan akan lebih membuatkan editor tak berasa 'gerun' untuk menerima manuskrip kita.
Dan ramai yang bertanyakan kepada saya..kenapa tajuknya inggeris...yup..itu hanya suka-suka sahaja. selepas ini mungkin akan diberikan tajuk lain. sehingga ke saat ini, saya masih lagi tidak mempunyai idea untuk memberikan tajuk alternatif kerana sudah beberapa bulan saya sebati dengan Natural Born Fighter.
Harapan saya..bila mss ini diserahkan kepada editor nanti, harap2 tiada masalah yang timbul. Harap2 NBF akan diterbitkan lebih awal dari kebiasaan novel2 saya yang lain keluar...kalau boleh..andai ada rezeki..biarlah saya tidak perlu menunggu hingga Jun ataupun Julai tahun hadapan..InsyaALLAH...ALLAH yang menentukan segala-galanya. Kalau dapat keluar awal, saya bersyukur..keluar lewat pun saya terima asalkan tahun yang sama..heehhe...
Oklah...saya mahu kembali menyambung untuk mengedit manuskrip...baru 60 muka surat..ada 3++ lagi mukasurat yang perlu saya baca...aduhai..perjuangan untuk melakukan apa yang saya cinta..kepada anda semua..doakan saya ya...

Monday, November 22, 2010

Kita mandi dulu




Salam...

Semalam kami sekeluarga ke sini. Walaupun memang menjadi warga Taiping, tapi seumur hidup semenjak BUKIT MERAH Laketown ini wujud, semalam baru kali ke dua saya dan keluarga ke sana. Aduhai...orang dari tempat lain ada yang berulang dua tiga kali ke sana. Kami yang warga Taiping ini seakan tidak kisah pula. Sudah lama sebenarnya teringin untuk menjejakkan kaki tapi entahlah...tak pernah berjaya mengumpul semua sanak saudara menjengah tempat yang tidak sampai 15 minit pon dari rumah saya ini.
Saya tak pernah ke TAMBUN Lost World itu, jadi saya tak dapat nak membandingkan mana yang lebih seronok antara keduanya. Kalau hendak membandingkan Bukit Merah ini dengan Sunway Lagoon yang saya pernah pergi pada tahn 1997 - ( 13 tahun dah..lamanya)..saya lebih sukakan Sunway Lagoon. Walaupun ketika itu saya dan kawan masing-masing berpakaian baju kurung...tapi itu tak menjadi halangan kami bermain Water Slide ke..ntah apa ke namanya atau mana2 permainan yang melibatkan air...Saya masih ingat lagi semua yang datang pelik tengok saya dan kawan. Kat sana...masing2 rileks je berjalan dengan swimming suitnya..saya dan teman selamba badak kami je dengan baju kurung. pedulilah kan..asal orang tak larang..dan kami masih dapat enjoy dengan cara kami sendiri kan....
Ok...saya mahu bercerita ttg bukit merah sebenarnya...di sini..biasa2 saja..tapi bolehlah terhibur juga melihat karenah anak-anak buah yang excited betul dapat bermain air. Kalau dulu, saya pasti tak akan lepaskan BOOMERANG, tapi kali ni saya main tube sliding saja. Nak main Giant Wet Bubble, seluar track yang saya pakai ni ada ziplah pulak..so...hajat nak bermain tak kesampaian.Tak apalah...lain kali sajalah ya..hehhehe....
Bila balik ke rumah...biasalah...semua terlantar sakit urat..Masa mandi tak ingat dunia..bila balik rasa kaki tangan semuanya bagai nak tercabut dari badan...heheh..yang tak penat2nua budak2 ni..Tak apalah..asalkan diaorang happy...cukuplah...
Dan saya masih belum boleh happy lagi...NBF sudah begitu dekat mahu habis tapi masih tak habis2 jugak..huwaaaaa

Sunday, November 21, 2010

BLOGER IN DA HOUSE : KHAS BUAT BLOGGER BARU



Salam...

Walaupun tajuk n3 ini khas buat blogger baru, tapi sebenarnya usia saya dalam dunia blog ini dah 4 tahun sudah...blog saya ni berceritakan tentang macam-macam kisah yang berlaku dalam hidup saya. Tentang keluarga..tentang apa yang berlaku di sekeliling saya..dan yang paling utama blog saya ini bercerita tentang minat yang paling utama saya..penulisan...kepada anda blogger2 semua..salam kenal dari saya...

Al Mu'allim - Sami Yusof

video
We once had a Teacher
The Teacher of teachers,
He changed the world for the better
And made us better creatures,
O Allah we’ve shamed ourselves
We’ve strayed from Al-Mu'allim,
Surely we’ve wronged ourselves
What will we say in front him?

O Mu'allim...

Chorus
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
He was Muhammad salla Allahu 'alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.
Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah’s creation is Muhammad)
Ya Mustafa ya Imamal Mursalina
(O Chosen One, O Imam of the Messengers)
Ya Mustafa ya Shafi'al 'Alamina
(O Chosen One, O intercessor of the worlds)

He prayed while others slept
While others ate he’d fast,
While they would laugh he wept
Until he breathed his last,
His only wish was for us to be
Among the ones who prosper,
Ya Mu'allim peace be upon you,
Truly you are our Teacher,
O Mu'allim..

Chorus
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi'i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Ya Rasuli ya Muhammad
(O My Messenger O Muhammad)
Ya Bashiri ya Muhammad
(O bearer of good news O Muhammad)
Ya Nadhiri ya Muhammad
(O warner O Muhammad)
'Ishqu Qalbi ya Muhammad
(The love of my heart O Muhammad)
Nuru 'Ayni ya Muhammad
(Light of my eye O Muhammad)

He taught us to be just and kind
And to feed the poor and hungry,
Help the wayfarer and the orphan child
And to not be cruel and miserly,
His speech was soft and gentle,
Like a mother stroking her child,
His mercy and compassion,
Were most radiant when he smiled


p/s- Baru tahu dan dengar lagu ni...sangat best

Tuesday, November 09, 2010

Review JKP - emel

Salam....sebenarnya dah lama saya terima emel ni..dalam 3 minggu sudah...seperti biasalah kan...saya masih dalam phase NBF..jadi saya kepala saya seolah-oleh jammed untuk bercerita ttg benda lain..jadi..segala komen2 yang saya terima melalui emel akan saya postkan di sini sebagai salah satu cara mengatakan blog saya ini masih hidup...eheheheh..kepada Anniza..terima kasih banyak2 atas komen yang diberikan...

Dear Dhiya,

Assalamualaikum,



I am no musician, but I know good music when I hear one, I am no writer but I know a good story when I read one.
To be honest, I have been mulling over whether to write to you for some time now. I must say here right at the outset that I am no expert in Malay literature nor language although Bahasa Melayu is my mother tongue.
I’ve had the privilege of reading your latest book, Jauh Kau Pergi, some time back and thought that you write well. Reading that book prompted me to find out your earlier works and I am proud to say that I now have all of your 4 books!
Jauh Kau Pergi is interesting in terms of plot and characterisation. I liked how you were able to build an ecosystem surrounding your characters so that they’re 3-dimensional.The 2 main protagonists, Haiyan Rifqi and Afi (sorry, can’t remember her full name!) had “layers” to them which makes them more credible, just like any other human beings. We’re not just a woman-we’re a daughter of someone, a sister to a sibling, a mother to a child, a friend to some companions and a lover of our beloved. This is normal. Same with Rifqi’s character-though I find it weird that his family is never referred to in Jauh (was that on purpose? Why?)
I liked how the supporting characters like the rest of the commando friends painted a fuller picture into the lives of the protagonists and I think that there is definitely great potential of these commandoes to have a story of their own someday? I read somewhere that Jimmy might, right? Keeping my fingers crossed that you’ll tell wonderful tales about them!
But having read Jauh, I also noticed that you were a bit clumsy at times. There was plenty of “information dumping” which tends to throw the story off for me as a reader sometimes. Please don’t get me wrong-there were plenty of times when you’ve successfully managed to insert useful information. Examples:
When Afi tried to guess Rifqi’s role in his unit – that was nicely done! I never knew that there are 5 people to a Commando unit or that each had their own expertise
When Afi was “attacked” by Rifqi – a good way of sharing with readers the risks/potential consequence of such a hazardous job and the ordeal that family members of such people may have to deal with because of the nature of such jobs.
I wished that you could have maintained that kind of finesse in your writing...



After reading Jauh I started telling all my friends about that book and managed to get them to buy a copy each and read it. We all agree that you have the potential of being as successful as JR Ward and her Black Dagger Brotherhood series if you could improve on your writing skills. Ward had created a world in which her readers would love to live in and where her characters have some things in common (common mission/family ties/prophecy, etc) and I see the potential of that with the supporting characters in Jauh (Helmi, Eddie, Luqman and Jimmy). Like you, Ward was also in danger of committing the sin of “information dumping” but then chose to create a “dumping ground” at the beginning of her books so that her readers can follow the lingo used by her characters without (unnecessary and) long explanation in the main text of the story. That kept her stories and the world that she created real and fluid.
I hope you’re not offended by the stuff that I’ve written here. These are my sincere thoughts on your latest work, which I think is your best yet. With a little bit more of tighter editing, I’m confident that your soon-to-be published work NBF could even surpass Jauh.



I know you can do it, Dhiya! I am rooting for you! My best wishes and good luck!

Anniza

Ulasan KDB

Salam...menerima komen dari Airina. Kali ini mengenai novel pertama saya iaitu KDB...Thanks kepada Airina yang sudi membaca dan mengulas novel saya...

~ Rasaku… ~

Ini novel pertama DZ. Walaupun aku kira ia novel yang baru diterbitkan, boleh tahan juga nak mencarinya. Dekat kedai buku yang selalu aku pergi tu hanya tinggal senaskah je. Ha, cepat-cepat aku capai. Takut nanti langsung tak dapat hik3 lalala5 :))

KDB mengisahkan tentang cinta pandang pertama yang berputik di antara Adnan Taufik [Taufik] dan Alia. Namun begitu percintaan mereka mendapat halangan dan tentangan daripada bapa Alia kerana perbezaan darjat dan ketidakyakinan Dato Ariffin terhadap keupayaan Taufik untuk membahagiakan anaknya.
Walaupun mendapat tentangan daripada bapa Alia, Taufik berjaya juga merealisasikan impiannya untuk mengahwini Alia. Itu pun setelah Taufik bersetuju dengan menerima syarat yang dikemukakan oleh Dato Ariffin demi membuktikan bahawa beliau mampu membahagiakan Alia dengan caranya sendiri.
Walau bagaimanapun, perkahwinan di antara Taufik dan Alia mengalami pergolakan ekoran daripada campur tangan Dato Ariffin dalam rumah tangga mereka. Selain daripada itu, sikap Taufik yang menyembunyikan perkara sebenar tentang syarat yang dikenakan oleh Dato Ariffin dan siapa dirinya turut menyumbang kepada keretakan rumahtangga mereka. Alia tersepit di antara kasih sayang serta tanggungjawab seorang anak untuk menjaga bapanya yang sakit dengan kebencian seorang suami terhadap bapanya.
Demi memulihkan keadaan, Alia telah bersetuju untuk mengikut Taufik ke luar negara setelah mendapat keizinan daripada bapanya yang mulai insaf akan kesalahannya. Namun, Alia gagal muncul di lapangan terbang pada hari yang dijanjikan dan itu menyebabkan Taufik penuh dengan syak wasangka. Egonya yang tinggi menyebabkan dia bertindak pergi meninggalkan Alia bersama-sama permata hati mereka Sarah, yang berusia lima bulan pada ketika itu.
Pertemuan semula selepas tujuh tahun telah menyingkap kisah sebenar. Demi perasaan cinta yang masih bersisa dan demi seorang anak yang merindukan belaian kasih sayang seorang ibu, Taufik cuba menebus kembali kesilapannya. Kelukaan dan kesedihan yang dialami oleh Alia dalam tempoh tujuh tahun itu menyebabkan ianya begitu sukar untuk dirawat walaupun berbagai-bagai cara telah digunakan oleh Taufik untuk menyembuhkan luka di hati. Apa kesudahan kisah mereka? Ha, sila dapatkan novel ini ya!
Buah tangan pertama ini memang tidak menghampakan dan ia merupakan pembelian yang berbaloi. Walaupun tema dan persoalan yang disampaikan agak sterotaip dengan novel-novel Alaf sebelum ini, namun Kak Dhiya berjaya mengolah plot cerita supaya ianya mempunyai keistimewaan tersendiri dan tidak membosankan.

Ps: Walaupun Taufik lelaki yang romantik tetapi Rif masih lagi pujaan hati hik3 lalala5 :P


Saturday, November 06, 2010

It's my Birthday...

Salam....

Saya menjengah 32 tahun hari ini. Selamat Hari Lahir untuk saya...

Tuesday, November 02, 2010

TOP 10 FIESTA BUKU KARANGKRAF



Salam...
Hari ini satu hari saya tak boleh on9 sebab ofis internet ada problem...jadi..bila balik kerja..saya terus on9 dan terkejut bila Mollee, Alaf 21 tagged saya dengan pic di atas. Rasanya ramai yang tahu 29-31 oktober lepas Karangkraf mengadakan Fiesta Buku di Alaf 21. Dan JKP jatuh di tangga ke 2 senarai Top 10 novel FIESTA BUKU anjuran Grup Buku Karangkraf Oktober 2010. ALHAMDULILLAH....syukur JKP masih lagi menjadi pilihan...Kepada pembaca yang masih belum membaca JKP...selamat membaca dan semoga anda terhibur dengan kisah Rif & Afi ini. Terima kasih kerana masih terus menyokong saya....
1. Cinta Aku Seadanya

2. Jauh Kau Pergi

3. Biarkan Aku Merindu

...4. Senyuman Manismu

5. Andai Kau Jodohku

6. Tanpamu Aku Rindu

7. Puncak Kasih Kita

8. Ruang Rindu

9. Warna Hati

10. Spanar Rindu Skru

Rinn komen JKP

Salam...

Ini merupakan komen dari Rinn pengulas tegar novel-novel melayu. Terima kasih kepada Rinn yang sudi membaca dan mengulas JKP walaupun seperti kata Rinn pada saya dulu, mood membacanya agak merudum. Tetapi tak apa...Alhamdulillah...kesemua buku2 saya masih diulas oleh Rinn...so..to rinn hane koma...arigato gozaimasu...hehehheeh

Daerah paling sepi di dunia adalah hati tanpa cinta"



Aku rasa ni antara buku yg ramai pembaca yg ada blog suka baca sebab sangat mudah mencari review novel ni di internet dan kesemuanya adalah review yg sangat positif. Bagi aku Dhiya Zafira sudah berjaya meletakkan namanya di kelas yg tersendiri dalam penulisan novel action thriller.



Dhiya Zafira meneruskan kecemerlangannya dlm melagukan cerita melayu berentak romantis-thriller. Memang menyediakan perisa berbeza dalam penghasilan novel melayu Malaysia. Dalam timbunan cerita2 cinta yg mendayu-dayu, Jauh Kau Pergi memberi denyutan berbeza kepada pembaca. Kadang2 kalau cerita cinta semendang pun buat kita bosan juga, sekali sekala terselit cerita sebegini, memang membangkitkan mood utk membaca.
Hero yg diangkat dalam novel ini adalah seorg askar komando. Seperti melengkapkan pulak koleksi hero melayu beruniform di laut, udara dan darat :p Kalau Jemari Seni ada Mazni Darwisya's Amru si mat selam, KarnaDya pulak ada Aina Emir's Arash si wira angkasa dan terbaru Alaf's Dhiya Zafira mengangkat Rif, si mat teyrap sbg hero;) Bagi aku ketiga-tiga hero beruniform ini mempunyai perwatakan yg menarik dan terserlah aura 'heroism'nya.
Di sebalik perwatakan macho, Rif sebenarnya adalah seorg lelaki yg sensitif dan penuh emosi. Afi menjadi buruan setelah kematian abgnya, seorg komando yg menjalankan operasi sulit. Rif dan kawan2nya cuba menghulurkan bantuan sebaik mungkin utk Afi yg sebatang kara gara2 dibuang keluarga sejak ayahnya berkahwin dgn ibunya, seorg omputeh. Mulanya aku heran naper Rif spent too much time dgn Afi sedangkan dia ada tugas rasmi yg tersendiri, rupa2nya Afi tu adalah sebahagian dari tugasnya. Bagi yg pernah baca karya Dhiya Zafira, watak yg disangka mati tapi masih hidup bukanlah sesuatu yg baru kerana beliau pernah menggunakannya dalam novel sebelum ini. Ini mengurangkan sedikit elemen kejutan semasa membaca kisah ini.
Cerita yg penuh aksi ini terasa tidak susah utk membayangkan aksi lasaknya mungkin kerana aku selalu jugak tengok cerita2 action packed dan penulis menggunakan bait2 kata yg terbaik utk membayangkannya dgn mudah kepada pembaca.
Kenapa ya Jimmy meninggalkan klue kepada AFi utk disampaikan kepada Rif? Itu sudah terang-terangan akan meletakkan Afi dalam bahaya. Nasib baik nenek diorang tak kena pulak sebab dialah org pertama yg memegang amanat Jimmy. hmm ni kena tanya penulisnya nih. ( Actually Jimmy tak harapkan pon Afi akan jumpa klue tersebut. Sebab dia memang dah buat back up awal2 lagi...tapi dia sengaja bagi kat nenek n suruh Afi cari sebab inilah..nak rapatkan hubungan Afi n tok depa incase something happened to him) Dgn kepakaran Jimmy dan Rif, mereka tentu boleh mengelakkan Afi dari terlibat dalam semua ni. TApi kalau tak disebabkan semua tu, tak merasa la Afi lari turun bangunan dgn menggunakan tali atau shopping baju baru dlm keadaan memakai seluar bercetak gambar popeye. hehe...
Alamak ai..bintang2 ni nak menegak pulak...tak boleh nak melintang pulak...